Review

Arti Gabut dan Macam Penggunaan

Bagi Anda yang aktif berkomunikasi bersama orang lain baik itu teman, rekan kantor dan atau bahkan keluarga sendiri kemungkinan pernah membaca atau mendengar istilah gabut. Istilah yang dikenal dalam bahasa non-formal dan bahasa gaul ini ternyata memiliki artian yang berbeda-beda, perbedaan arti gabut ini dikarenakan adanya perbedaan konteks dan sudut pandang penutur.

Gabut sendiri awalnya merupakan istilah yang diambil dari kata gaji buta dan diyakini pertama kalinya muncul sekitar tahun 2011an. Beberapa tahun kemudian, istilah ini kembali muncul dengan makna yang berbeda pada tahun 2015an. Kejadian semacam ini tak hanya terjadi pada istilah gabut saja, melainkan juga beberapa istilah lain yang kembali populer setelah selang waktu berlalu.

Pada masa awal penggunaannya, istilah gabut ini kerap kali digunakan kepada pekerjayang menerima gaji atau bayaran penuh dengan kerja yang tidak sungguh-sungguh atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Bayaran atau upah yang diterima tersebut kemudian disebut dengan gaji buta, karena diberikan tanpa melihat pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan bersangkutan. Jika upah dinilai berdasar kinerja, maka harusnya diberikan yang sesuai atau bahkan ada lebihan karena bonus.

Masa berikutnya, istilah gabut didapat dari singkatan dari berlagak buta atau berpura-pura tidak melihat atau menyadari keberadaan seseorang atau sesuatu. Iistilah gabut terus berkembang pada fase selanjutnya dengan makna yang lebih berbeda lagi yaitu rasa bosan lantaran situasi dan kondisi yang tidak jelas atau menggantung.

Penggunaan Istilah Gabut

Penggunaan dari istilah gabut ini tentunya sebaiknya hanya digunakan dalam konteks non-formal saja sebab tidak semua orang sepakat dengan makna kata gabut yang diucapkan oleh orang lain. Untuk menghindari kesalahpahaman, ada baiknya istilah semacam ini hanya digunakan kepada teman sejawat dalam keadaan yang santai.

Demikianlah arti yang dapat diambil dari kata gabut yang didapat dari berbagai sumber. Bahasa merupakan sesuatu yang bersifat dinamis, selalu berkembang dari waktu ke waktu. Sudah sewajarnya siapapun yang ingin menggunakan bahasa dengan baik dan benar untuk selalu memperbarui perbendaharaan kata mereka.